Sayap Kertas

Mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisi

Arsip untuk tragedi

Cinta Estafet

kurindukan pelangi yang telah lama menghilang dari bibirmu
ketika suaramu menjelma jadi aliran air mata
kuhadiahkan kau biru langit yang tak pernah habis
tapi bagaimana bisa?

Cinta ini apakah permainan estafet?
setelah kita menyambungnya terus akankah berakhir pada sebuah garis?
Aku ingin menyekanya: butiran perih yang kau curahkan…
Namun aku sendiri sudah hampir tak bernafas lagi
karena sesak ini membumbung tinggi, menenggelamkan hatiku

 

Di balik puisi,

Ini adalah curahan kekecewaanku terhadap seseorang. Kutulis dua bulan yang lalu. Aku berniat untuk tidak mempostingnya, namun entah kenapa ada satu hal yang menarik dalam tulisanku ini yang mungkin bisa dijadikan referensi untuk orang lain dalam mengungkapkan kecewanya. Versi aslinya 4 bait, namun kuhilangkan dua bait terakhir karena terlalu menjurus pada detail yang terlalu menghakimi.

Older entries »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.