Sayap Kertas
Mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisiArsip untuk magical
Lirik Kunang-Kunang
Hanya secarik malam yang dapat kugores
Menyambung makna dengan pena hitamku
Melakonkan kita berdua pada cerita dongeng
Untuk menumbuhkan senyum malaikat kecil
Rembulan menjadi mahkotamu
Kita mengumpulkan serpihan titik-titik cahaya
Membangun lampu sorot raksasa
Malam ini terasa begitu menghipnotis
Entah dari mana saat kita hentakan kaki,
Gemintang menaburkan dirinya
Apakah kau mendengarnya juga?
Petikan harpa yang serupa embun pagi
Jika pintu surga telah terbuka maka habis sudah malam ini
Kita bergerak pelan dari sebuah opera malam
Membawa sejuta angan pada kedua pundak
Jika kita kehilangan satu sama lain di jalan meteor
Teriakkan namaku di mulut langit
Aku akan membalasmu dengan lirik kunang-kunang
Dan janganlah menangis lagi, karena dengan harpaku, akanku jadikan air matamu nada yang mengalir indah di penujuru langit
Di balik puisi,
Salah satu sajak kegemaranku yang baru-baru ini kutulis. Jarang-jarang aku menulis sajak yang ditujukan sebagai penghiburan bagi orang lain. Biasanya aku selalu berkutat di melankolisme, heheh. Entah dari mana datang inspirasi dari dalam diriku untuk menulis sesuatu yang positif bukan cuma guratan emosi semata. Setelah kucoba dan kubaca sendiri, ini menjadi antidote juga bagi diriku. Kadang kesedihan itu bisa ditransformasikan menjadi keindahan, seperti mengumpamakan air mata yang berkilau di bawah cahaya rembulan. Hihih, mungkin aku jadi agak ngga nyambung. Sulit kuungkap pula, intinya aku mau belajar melihat kesedihan/kesusahan dengan kaca mata positif lalu menyadurnya jadi sajak penambah semangat ^.^