Poetry Queen
mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisi…Arsip untuk kemarahan
Topeng
kuteriakkan lagu kemarahan
kutelenjangi pikiranku
kuhabisi tentramku
kucorakkan semua emosiku
di manakah kau?
hariku terbakar luka
teriris pedih…
menangkap kenyataan, bahwa kau yang mendalanginya
bisakah kita melenyapkan topeng kemunafikan ini?
bila hasratmu mematikanku, matikan saja!
dagingku siap dtusuk!
darahku tak sabar mengucur!
jangan lagi kau mengguratku berulang kali
dengan senyum mirismu
karena kucoba mengerti
di setiap perbuatan hina kita,
aku masih memanggilmu sahabat
by The Queen, 30 Maret 2009
behind the poem
satu lagi puisi lama, lagi asyik2nya ngobrak ngabrik puisi lama yang kubuat, yang satu ini mantap banget, hahaha. Ngga menyangka aku pernah menulis sajak yang penuh kemarahan seperti ini. sebagai info sajakku kali ini dramatisasinya agak berlebihan. ehm..base on true story…yah padahal aku baru mengangkat tema persahabatan yang indah pada post2 sebelumnya (Malaikat Kecil). Yang satu ini benar-benar berbanding terbalik. jadi…intinya dalam puisi ini hanya sekedar realisasi saja kalau sebenarnya ngga ada sahabat yang sempurna, maka itu terjadilah bait terakhir pada puisiku ini.