Sayap Kertas

Mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisi

Arsip untuk Cinta dalam peti

Malam tak bertepi

Tersesat jiwa-jiwa dalam dunia tak bernafas
Mencari cari pelampiasan hasrat yang lama ditunggu

Mencuri hati ‘tuk puaskan ego semata
Memunculkan kerinduan yang lama kau hirup

Kubaringkan cinta mati di atas raga tak bernyawa
Inilah malam yang tak bertepi

Kuadakan ritual abadi
Untukmu, kekasih yang tak pernah kembali

Lalu kau menyahut dalam mati-mu:

Gisella….Gisella
Telah lama kutahan kegilaanku!
Kini meraung raung ia menyekapmu!
Paksaanmu membuahkan hasratku yang terus mencumbumu…

Rintihan-mu ialah alunan yang mulia
Desahan-ku ialah iringan yang sempurna
Kita menggila dalam sebuah peti busuk…
Sungguh aku tak peduli!

Berjuta nikmat malam adalah sejarahku,
Namun kau: melebihi neraka tingkat sembilan!
Kedahsayatan yang tak pernah kupetik di antara kenajisan yang kusinggahi

Aku tak sanggup menyudahi kemurnianmu,
tak sampai hati menyiksamu dalam cintaku!

Di balik puisi,

“Pshyco romantic”, komentar seorang kawan di forum. Ada beberapa yang bilang sadis. Hahaha, bisa dibilang begitu. Lanjutan ketiga dari kumpulan puisi “Cinta dalam peti” (akhirnya aku membuat satu tag untuk mengkategorikan kisah Juan – Daisy (Gisella). “Malam tak bertepi” mengisahkan Gisella yang mendekap Juan dalam peti mati, dia dikubur hidup-hidup bersama Juan. Dan akhirnya mereka bertemu juga di akhirat! lalu mereka mempersatukan cinta mereka di situ (emangnya bisa ya?…perlu membuang common sense untuk pahami makna puisi ini ^^;). Ini bagian terakhir dari “Cinta dalam peti”. Aku menyelipkan sebuah pesan tentang ketulusan cinta dalam kumpulan sajak ini. Ketulusan cinta yang terlalu naif yang berujung pada sesuatu yang cukup melankolis ^^

Older entries »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.