Pagi sahabat,
aku ingin membagi secangkir kopi penyemangat
Jangan hiraukan matahari yang mulai menyengat
Mari kita bersiap
rentangkan sayap mimpi
lalu pada hitungan ketiga, kita berlomba menggapai cakrawala
karena di sana, Tuhan menyimpan surga
Melompatlah sambil berlari dan carilah pelangi
Perosotkan air matamu, jadikanlah ia warna warni
Senyum itu guratkanlah pada rautmu
karena pintu surga hanya tinggal setapak rindu
Maukah kau mengetuknya?
Di balik puisi,
Sudah lama aku ngga posting dan menulis sajak. Karena berbagai macam kesibukan yang merundungiku ditambah semakin sulitnya aku memunculkan ide dalam kepala ini. Sajak ini pun kutulis sebulan yang lalu. Saat aku menulis ini, aku lagi happy dan berniat menginspirasi orang lain melalui bait-bait sederhana ini. Yah kuharap ada yang menjadi termotivasi ketika membacanya
Lama tak berkunjung, apa kabar, tuan putri? =)
He-he, senang baca sajakmu, ada nuansa cerah di sana, membuat hatiku jadi lebih tenteram. Mari rentangkan mimpi, terbang menuju samudera terdalam. Sebab sayap-sayapku tak hanya dapat, menyentuh udara.