Sayap Kertas

Mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisi

Ketika Adam kehabisan akal

Kamu bersama purnama telah membohongiku

Mencungkil mataku hingga lepas dari rongganya

Tanah dosa tempat pembaringanku

Kau tumpahkan dengan darah melati

Taringmu menancap pada kerongkongan kosong

Mengoyak liurmu pada dagingku

 

Akulah mangsa sempurna

Yang menyeretmu kepada lantai api ketujuh

Kau terbakar bersama bola mataku yang dipenuhi dusta

Tiga belas malam tanpa henti, kau cumbu setan neraka

 

Mendengus asaku bersama ular tanah

Kau telah mengunyah lagi, apel ranumku

Tanpa sesal kau menghantam si ular

Menuding asal muasal;

Kisah pendosa di taman abadi,

Kepadaku

 

Di balik puisi,

Salah satu karya lamaku di taman, kutulis 3 bulan lalu. Memabacanya kembali membuatku berdecak sebenarnya apa yang masuk di kepalaku hingga bisa menulis dengan gaya nyentrik begini?

 

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.