Lonceng gereja memainkan irama pelangi
Aku menari bersama ilalang
Gairahku membumbung memenuhi angkasa, seolah ingin mengintip di balik pintu surga
Sukacita bagai percikan air yang dihadiahkan oleh Tuhan pada manusia
Sesaat kehadirannya, memulihkan luka yang telah lama bersembunyi
Di balik puisi,
Sudah lama aku tida menulis! (menulis puisi), sepertinya kemampuanku mulai mengendur, kata-kata inspiratif yang biasa mengalir bagai air, sekarang seperti ballpen yang tersendat-sendat. Tak tahu menagapa, mungkin karena belakangan ini aku dirundungi oleh banyak kegiatan. Waktu luang yang biasanya kuisi dengan hal-hal kreatif kini tergantikan oleh rutinitas mengerjakan tugas dan bekerja part-time. Ah..aku rindu meramu warna kata yang bisa membuatku kembali memaknainya. Tulisan hari ini hanya sebuah ungkapan sederhana perasaan hatiku. Semoga bisa dinikmati…