Sayap Kertas

Mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisi

Arsip untuk Desember 13, 2010

Phantasmagoria(ku)

Sebuah raga terjerat dalam kesunyian

Mengebumikan rahasia setengah rembulan

 

Hawa malam menerobos sekat kalbu

Bagai bisik kepasrahan yang menggenggam jemari

 

Persimpangan berlampu remang:

Kumpulan mimpi dan realita yang saling mengait

 

Lagu penimang jiwa membuahkan asphyxia

Menuntun kaki yang tersesat dalam belantara

 

Mencicipi sejenak pengobat hakikat hidup

Mendayung jauh dari nafas dunia

 

Mengawini Phantasmagoria

 

(Note)

Phantasmagoria: serentetan khayalan mimpi

Asphyxia : aksfesia, ketidaksadaran

 

(13/11/2010)

 

Di balik puisi,

Sajak ini diilhami oleh karya sahabat setiaku Florence aka Rafael Yanuar. Jika dibandingkan dengan punyanya, punyaku amat berbeda. Sungguh aku mengagumi karyanya (p.s Flo jika kau membacanya minta link blogmu sebagai referensi). Kata Phantasmagoria begitu surealis, penuh dengan imajinasi, aku seperti terseret dalam kata itu. Hingga aku punya pengertian sendiri untuk Phantasmagoria. Mimpi dan khayalan sebenarnya bisa dikatakan dua hal yang berbeda, bagiku mimpi itu tidak bisa kita kontrol namun berbeda dengan khayalan, jiwa kita mempunyai kontrol terhadapnya. Mungkin khayalan bisa disamakan dengan fantasi. Tak bisa dipungkiri fakta bahwa setiap manusia pasti memiliki khayalannya sendiri yang pada dasarnya sebagai pelarian untuk pemenuhan kesenangan diri sendiri. Entah itu menciptakan sebuah scene atau potongan potongan mimpi yang tidak atau belum terwujud dalam kehidupan nyata. Dalam sajakku aku tak mau menilai Phantasmagoria sebagai “hitam” atau “putih”, aku berusaha menempatkannya sebagai bagian dari kehidupan manusia yang tak dapat terlepas dari hidup itu sendiri.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.