Sayap Kertas

Mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisi

Penantian di Setiap Penghujung Desember

Bibirku tenggelam ke dalam hening ragamu
Kau meluluhkan sentana frase dengan air mata
menjauhi cakrawala rindu

Langkahmu menyamai petikan asmara sendu
Menyelinap, mengikuti senyap warna pekat yang memudar
Di bawah langit malam, kau curahkan secarik sajak subuh
Tentang hilangnya rembulan dan titik gemintang

Di ukir senyummu tersemat rintikan melankolisme
Kau pejam mata sesaat untuk melarikan akal sehatmu
Agar ia tidak melenyapkan diriku

Realita kita ialah mimpi ; semanis kapas gulali
yang hanya sekejap saja dilelehkan oleh denyut kepasrahan
Kau menangis sambil menggengam jantungku

Jika saja kita bisa menukar waktu dan tempat,
aku rela jika kita saling menanti
di setiap penghujung desember

Di balik puisi,

Sentana: Pekuburan/Pemakaman

Kutulis untuk orang yang kukagumi, mungkin dia takkan pernah membaca dan mengetahuinya tau dia tahu namun takkan menyadarinya. Namun di sini kenytaan cinta tak berbalas kuputar balikkan sampai aku pun menyadari kadang biarpun cinta itu berbalas, tak selalu akhirnya menjadi kisah indah.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.