Sayap Kertas
Mari berekspresi melalui puisi, mari menikmati puisiPandora
Menutup rapat sejuta hasrat
Memeluk bayang rindu yang tak pernah tersirat
Menanyakan pertanyaan tanpa jawab, manusiakah aku?
Tertawa meremas apel merah, menambah sinonim kata dosa : manusiawi
Mengaduk madu dan racun, lalu mati karenanya
Membuka kotak demi kotak, hanya untuk menemukan ego yang mengoyak jiwa
Tujuan yang bermuara pada eksistensi diri
Oh, namaMu saja tak berani kusebut dari bibir licinku ini
Aku memang pendusta sejati, penyebar filosofi amatir yang munafik
Aku, si pembuka pandora
Di balik puisi,
Ah tak terasa tahun telah berganti dan kini kita sudah berada di penghujung bulan pertama di tahun yang baru ini. Aku sudah lama menelantarkan kegemaranku menulis puisi. Ini sajak yang kuposting sabulan yang lalu, penuh dengan penyesalan aku menulis ini. Sebagai manusia yang punya cacat cela, aku selalu berusaha sekuat tenaga untuk terlihat baik walau pada kenyataannya tidak ada satu pun manusia yang mampu menjadi pribadi sempurna selain Tuhan. Di tahun yang baru ini aku menulis kembali resolusi, kali ini agak berbeda dari sebelumnya, namun sejauh ini aku menikmati perubahan yang sedikit demi sedikit coba kujalani dalam hidupku. Perubahan karakter, itu yang akan menjadi fokusku tahun ini. Aku juga ingin lagi mencoba terjun ke dalam dunia puisi. Ingin menggali kembali potensi ini
Selamat tahun baru